Sejarah Batik Lasem: Akulturasi Budaya Tionghoa & Jawa

Lasem, sebuah kota kecil di pesisir utara Rembang, dikenal sebagai salah satu titik pertemuan budaya paling harmonis di Nusantara. Dari sanalah lahir Batik Lasem yang tersohor dengan warna merah getih pitik khas yang tak tertandingi.
Batik Lasem menggabungkan ragam hias Tionghoa seperti burung hong (phoenix), naga, dan bunga teratai dengan ragam hias keraton Jawa seperti parang dan kawung. Harmoni ini sering disebut sebagai mahakarya Batik Tiga Negeri.
Setiap goresan motif Lasem adalah simbol persaudaraan dan toleransi yang telah hidup berdampingan selama ratusan tahun di bumi Nusantara.
Didedikasikan untuk riset canting malam, pelestarian filosofi motif keraton, serta panduan keserasian busana sarimbit keluarga sejak 2007 di Semarang.
Karya Wastra Terkait Catatan Ini
Tertarik Memiliki Busana dengan Corak Ini?
Diskusikan ketersediaan motif, jahit kustom sarimbit keluarga, atau pemesanan kain batik tulis halus langsung dengan konsultan butik kami.






